OIKN telah mengundang kampus-kampus besar dunia untuk mau berinvestasi di Indonesia dengan membuka kampus-kampus khususnya dengan program unggulan tertentu. Salah duanya yakni King's College London serta Stanford University.
“Yang sedang dalam pembicaraan, salah satunya King’s College, itu Tony Blair akan bawa. Lalu Stanford University, itu juga Pak Kepala (OIKN) sendiri yang ke Amerika. Kemungkinan itu (program studi) life science-nya yang akan dibuka. Dan beberapa kampus yang sudah tertarik juga, termasuk kampus nasional,” katanya lagi.
Jaka menyebut salah satu perguruan tinggi nasional yang bahkan telah membangun kampusnya adalah Universitas Gunadarma di Penajam Paser Utara (PPU).
Dia menyebut Gunadarma bahkan berniat untuk langsung membangun di kawasan pendukung IKN, namun karena lahannya belum siap, akhirnya kampus swasta itu membangun gedung di Kabupaten PPU, Kaltim.
“Ini penting, kita juga akan buka dalam konteks vokasi karena kita harapkan life industry atau specific enhanced technology industry bisa pindah ke sini di kawasan 6, yaitu kawasan riset dan inovasi. Dan kawasan 7, 8, 9 itu kawasan pertanian, agroindustri dan logistik,” ujar Jaka.
Pembangunan IKN sendiri dibagi menjadi 9 klaster wilayah. Ke 9 kawasan itu meliputi Kawasan Inti Pemerintahan (KIPP); Pusat Ekonomi dan Keuangan; Kawasan Energi Baru dan Terbarukan; Kawasan Turis dan Wisata Kawasan Pendidikan; Kawasan Riset dan Inovasi, Kawasan Perkebunan, Perdagangan dan Logistik, Kawasan Industri Agrikultur; dan Kawasan Pertanian dan Perikanan.
(Taufik Fajar)