Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Mixed, Investor Fokus Prospek Kenaikan Fed Rate

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 03 Oktober 2023 |07:29 WIB
Wall Street <i>Mixed</i>, Investor Fokus Prospek Kenaikan Fed Rate
Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Wall Street ditutup mixed dengan indeks S&P 500 berakhir hampir stagnan pada perdagangan kemarin. Bursa saham AS berakhir dengan sektor utilitas turun tajam dan investor mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 74,15 poin, atau 0,22%, menjadi 33.433,35, S&P 500 (.SPX) bertambah 0,34 poin, atau 0,01%, pada 4.288,39 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 88,45 poin, atau 0,67%, pada 13.307,77.

Sedangkan Nasdaq naik, dan saham Nvidia (NVDA.O) naik 2,9% setelah Goldman Sachs menambahkan pembuat chip tersebut ke dalam daftar pilihan saham teratas.

Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan dia tetap bersedia mendukung kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral pada pertemuan mendatang jika data mendatang menunjukkan kemajuan inflasi terhenti atau berjalan terlalu lambat.

Bank sentral AS mengatakan bulan lalu bahwa mereka mungkin menaikkan suku bunga lagi karena kesulitan untuk membawa inflasi mendekati target tahunan 2%.

“Kami mengakhiri bulan September dengan pasar yang diselimuti oleh ketidakpastian,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, North Carolina. Ketiga indeks utama membukukan kerugian pada bulan September dan kuartal terakhir.

“Memasuki bulan ini, pasar memerlukan konfirmasi bahwa pendapatannya sedang bekerja lebih tinggi. Dan, yang penting bagi pasar adalah memastikan ke mana arah The Fed,” katanya.

Investor terus mencermati kenaikan imbal hasil Treasury, katanya, namun kenaikan imbal hasil pada hari Senin ini terkait dengan perjanjian untuk mencegah penutupan sebagian pemerintah AS, yang mengurangi permintaan utang sebelum data pekerjaan utama minggu ini.

Utilitas yang sensitif terhadap suku bunga (.SPLRCU) adalah sektor S&P dengan kinerja terburuk hari ini, turun 4,7% dalam persentase penurunan satu hari terbesar sejak April 2020.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement