JAKARTA - Mengintip gaji panglima militer Israel. Di mana perang Israel-Hamas kini menjadi sorotan dunia.
Aksi yang sering dilakukan oleh Israel, terutama terkait dengan wilayah Palestina, telah memberikan tekanan yang luar biasa pada tentara Israel, yang pada akhirnya mengakibatkan kelelahan dan kehilangan motivasi.
Dalam upaya mengatasi masalah ini, Pemerintah Israel mengambil tindakan menarik dengan meningkatkan standar gaji bagi para tentara, termasuk Panglima Militer Israel yang lebih dikenal dengan sebutan Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF).
Seperti yang dilaporkan oleh media Israel, Haaretz pada Kamis (19/10/2023), pemerintah terakhir kali menaikkan standar gaji tentara pada tahun 2018. Pada saat itu, gaji Kepala Staf IDF ditingkatkan sebesar 10 persen menjadi ILS98.000 (mata uang Israel), setara dengan USD24,322 per bulan (menggunakan kurs Rp15.861 per USD), atau mencapai lebih dari Rp385 juta per bulan.
Kenaikan besar-besaran ini terjadi pada tahun terakhir masa jabatan Kepala Staf IDF saat itu, yang dijabat oleh Gadi Eizenkot. Mungkin ia merasa terkejut melihat gajinya melonjak begitu signifikan.
Namun, perubahan besar terjadi setelah Gadi Eizenkot digantikan oleh Aluf Aviv Kochavi pada Januari 2019, yang terus menjabat sebagai Panglima Militer Pasukan Pertahanan Israel hingga saat ini.
Selain menaikkan gaji Panglima Militer, Pemerintah Israel juga memutuskan untuk meningkatkan gaji para Jenderal mereka. Laporan gaji tahunan sektor publik Kementerian Keuangan Israel mengungkapkan bahwa gaji para Jenderal naik 8 persen menjadi ILS68.000 per bulan, setara dengan sekitar Rp267 juta per bulan, sementara bagi Brigadir Jenderal, gaji mereka naik 9 persen menjadi ILS56.000, setara dengan sekitar Rp220 juta.
Akibat dari peningkatan gaji ini membuat gaji panglima militer Israel tampak sangat besar. Dengan gaji yang mencapai lebih dari Rp385 juta, para panglima militer Israel tampaknya mendapatkan penghasilan yang cukup signifikan dalam menjalankan aksi militer ini.
(Feby Novalius)