JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyampaikan hingga bulan September 2023, penyaluran kredit didorong pada pertumbuhan segmen wholesale yang selama ini menjadi core bisnis perseroan mendukung pertumbuhan ekosistem di turunan segmen retail banking.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, tren pertumbuhan ini akan terus dijaga hingga akhir tahun 2023 dan juga tahun 2024.
BACA JUGA:
"Dalam melakukan ekspansi kredit kami memiliki tools berupa loan portfolio guideline atau LPG untuk mengidentifikasi sektor-sektor prospektif dengan risiko yang rendah," kata Siddik dalam paparan Public Expose Live 2023 Bank Mandiri, Senin (27/11/2023).
Selain itu, Bank Mandiri juga melakukan seleksi calon debitur melalui Industry acceptance criteria agar diperoleh winning players dari setiap industri sektor dan secara aktif menjaga eksposur kredit agar sesuai dengan batas atas limit sektoral yang telah ditetapkan dalam industri limits.
"Dengan tumbuh sesuai desain pada LPG, maka bank mandiri dapat melakukan ekspansi kredit dengan dapat menjaga kualitas kredit yang membaik kedepannya," jelasnya.
Dalam ekspansi kredit, Bank Mandiri akan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, prudential banking dengan mengarahkan pertumbuhan kredit pada sektor tergolong prospektif sesuai LPG yang di-update setiap kuartal.
BACA JUGA:
"Beberapa industri sektor yang tergolong prospektif dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan bagi kami adalah sektor pemerintahan, sektor industri makanan dan minuman, sektor industri telekomunikasi, sektor energi dan air, sektor jasa keuangan serta sektor industri pengolahan terkait program hilirisasi minerba," pungkas Siddik.
(Zuhirna Wulan Dilla)