JAKARTA - Perencanaan dan roadmap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur mesti tepat. Terutama soal kalkulasi populasi yang akan berada di IKN karena sangat penting sebagai demand, konsumen dan market.
“Contohnya pada 2025, populasi IKN ditargetkan sebanyak 600 ribu–800 ribu. Angka ini hampir sama dengan jumlah penduduk Kota Samarinda yang mencapai 850 ribu–900 ribu orang dan Kota Balikpapan sebanyak 700 ribu–750 orang,” ujar Executive Director Center of Reform on Economics Mohammad Faisal.
Kemudian di 2035 akan mencapai 1,1 juta–1,2 juta orang. Naik lagi menjadi 2,7 juta hingga 1,9 juta orang tahun 2045. Artinya, IKN akan menjadi 3 kali jumlah penduduk Kota Balikpapan dan Samarinda.
Faisal juga mengingatkan soal kecepatan realisasi pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung karena dalam satu tahun ke depan sudah menjadi Samarinda dan Balikpapan baru dari populasi.
“Artinya perlu kecepatan realisasi pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung karena dalam satu tahun ke depan sudah menjadi Samarinda dan Balikpapan baru dari populasi,” tambahnya.
Sementara itu, Research Director INDEF Berly Martawardaya menambahkan, IKN akan menjadi kota sepi seperti sejumlah Ibu Kota baru di beberapa negara, seperti Putrajaya di Malaysia, Canberra di Australia atau Washington DC di Amerika Serikat jika hanya berfungsi sebagai pusat administrasi negara.