Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BNI Raup Laba Bersih Rp5,3 Triliun di Kuartal I-2024, Naik Tipis 2%

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 29 April 2024 |17:57 WIB
BNI Raup Laba Bersih Rp5,3 Triliun di Kuartal I-2024, Naik Tipis 2%
Laba BNI naik tipis di kuartal I 2024 (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih sebesar Rp5,3 triliun pada kuartal I 2024. Angka tersebut tumbuh 2% dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp5,2%.

Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi BEI, Senin (29/4/2024), net interest income (NII) BNI tercatat turun menjadi Rp9,4 triliun atau 9,8% secara yoy, terutama akibat membengkaknya beban bunga sebesar 47,5% yoy menjadi Rp6,4 triliun.

Sementara itu, Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BNI turun menjadi Rp8,2 triliun atau turun 5,4% yoy.

Kenaikan laba bersih BNI pada kuartal I 2024 ini didorong oleh beban provisi yang turun menjadi Rp1,7 triliun atau 19% yoy.

Dari segi operasional, kredit disalurkan tumbuh 9,6% yoy, sejalan dengan guidance manajemen di level 9%–11% dan target industri dari BI dan OJK pada level 9–12%.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BNI meningkat 4,9% yoy, didorong oleh peningkatan CASA 6% yoy dan deposito 2,4% yoy.

Hal ini membuat Loan-to-Deposit Ratio (LDR) naik ke level 89% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu hanya 85,8%.

Di sisi lain, Net Interest Margin (NIM) BNI turun ke level 4,0% dibandingkan pada kuartal I 2023 hanya 4,7%, jauh di bawah guidance manajemen yang mengincar ≥4,5%.

Beban bunga BNI membengkak, terutama didorong oleh naiknya cost of funds menjadi 2,8% dibandingkan kuartal I 2023 1,9%.

Dari sisi kualitas aset, Non–Performing Loan (Gross) BNI tercatat turun menjadi 2% dibandingkan kuartal I 2023 tercatat 2,8%.

Total aset BNI tercatat turun 1,84% menjadi RP 1.066 triliun hingga akhir Maret 2024, dengan ekuitas juga turun 3% menjadi Rp149,70 triliun.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement