Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Jokowi Batal Ngantor di IKN hingga Efek Hujan Besar

Ghanny Rachmansyah S , Jurnalis-Sabtu, 20 Juli 2024 |06:08 WIB
4 Fakta Jokowi Batal Ngantor di IKN hingga Efek Hujan Besar
Fakta Jokowi Batal Ngantor di IKN Bulan Ini. (Foto: Okezone.com/Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menunggu kesiapan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), sebelum mulai bekerja alias ngantor di ibu kota baru tersebut.

Menurut Jokowi, jika infrastruktur sudah siap, tentu segera akan berkantor di IKN.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait Jokowi ngantor di IKN, Sabtu (20/7/2024):

1. Belum Ngantor di IKN Bulan Ini

“Kemarin memang targetnya kan Juli, tetapi kan lihat ke IKN, tiap hari hujan terus, hujan deres banget jadi memang pekerjaan banyak yang mundur, dan itu biasa dalam proyek besar,” kata Jokowi kepada wartawan.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan memulai kegiatan di ibu kota negara atau IKN pada akhir Juli 2024.

2. Proyek di IKN Baru 15%

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan progres pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) baru 15% saat penyelenggaraan Upacara Kemerdekaan 17 Agustus 2024 di ibu kota yang baru.

“Paling nanti 17 Agustus itu paling dihitung semuanya secara keseluruhan mungkin ya 15%,” kata Jokowi kepada wartawan.

Jokowi mengungkapkan bahwa IKN bukan dibangun dua atau tiga tahun, melainkan jangka panjang.

“Proyek ini adalah sebuah mimpi besar jangka panjang, proyek jangka panjang. Mungkin butuh sekitar 15-20 tahun. Jadi jangan membayangkan kita upacara 17 Agustus itu sudah jadi semuanya. Tidak seperti itu, banyak yang baru menurut saya,” kata dia.

3. Listrik dan Air iKN

Pada kesempatan tersebut, Plt Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menambahkan pada pertengahan Juli mendatang air dan listrik sudah bisa digunakan di IKN.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement