JAKARTA - Saham Tesla anjlok hingga 8%. Hal tersebut membuat keuntungan produsen mobil listrik milik Elon Musk turun, bahkan terburuk dalam lima tahun terakhir.
Laba bersih mencapai USD1,48 miliar pada kuartal II-2024 atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD2,70 miliar.
Adapun pendapatan Tesla mencapai USD25,50 miliar di kuartal II-2024. Penjualan kredit regulasi Tesla meningkat hampir tiga kali lipat ke rekor USD890 juta pada kuartal II dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun penurunan harga saham Tesla disebabkan beberapa hal, di antaranya penurunan harga kendaraan listrik yang dilakukan guna meningkatkan permintaan.
"Mungkin lebih dari sebelumnya dalam sejarah perusahaan saat ini, investor Tesla membutuhkan hasil. Hal itu harus dicapai dengan cepat, baik untuk robot humanoid maupun Robotaxi," kata Analis Senior Investing, Thomas Monteiro, dilansir dari Reuters, Rabu (24/7/2024).
Kuartal kedua di 2024 penuh dengan gejolak. Salah satu karena CEO Elon Musk menunda pengembangan mobil baru yang lebih murah dan memilih model berbiaya rendah dan berupaya menciptakan taksi tanpa pengemudi.
Perusahaan juga memberhentikan lebih dari 10% karyawannya untuk memangkas biaya, dan Tesla mengatakan laba terbebani biaya restrukturisasi dan peningkatan biaya operasional yang sebagian besar didorong oleh proyek kecerdasan buatan.
Tesla mencatat margin tidak termasuk kredit peraturan sebesar 14,6% pada kuartal kedua. Datat tersebut di bawah survei analis yang memperikarakan 16,29%.
“Ada banyak pembicaraan tentang robotaxis, robot humanoid, dan kendaraan otonom, yang memberikan narasi menarik bagi investor namun tidak melupakan fakta bahwa ini adalah potensi kekayaan di masa depan, bukan saat ini," ujar Analis Investasi AJ Bell, Dan Coatsworth.
Musk mengatakan kepada para analis melalui panggilan konferensi bahwa pesaing baru telah mengabaikan kendaraan listrik mereka secara signifikan, yang membuat Tesla sedikit lebih sulit.
Pengiriman kendaraan listrik perusahaan telah menurun selama dua kuartal berturut-turut karena produsen mobil tersebut berjuang melawan meningkatnya persaingan dan lambatnya permintaan yang disebabkan oleh kurangnya harga model-model baru.
Penjualan Tesla atas kendaraan listrik buatan Tiongkok, yang juga diekspor ke Eropa dan tempat lain, merosot pada kuartal kedua dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan BYD Co (002594.SZ), membuka tab baru dan produsen mobil Tiongkok lainnya membukukan pertumbuhan penjualan yang kuat.
(Feby Novalius)