JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 37 poin atau 0,23% ke level Rp16.200 setelah sebelumnya di Rp16.237 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (2/8/2024). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp16.271 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar dipengaruhi oleh indeks manajer pembelian AS yang lemah dan data pasar tenaga kerja meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi terbesar di dunia, dan bahwa pemotongan suku bunga pada bulan September oleh Federal Reserve berpotensi terlambat bagi ekonomi untuk mencapai soft landing.
"Data yang lemah juga muncul setelah Federal Reserve menandai potensi penurunan suku bunga pada bulan September, yang membuat pasar hampir sepenuhnya memperkirakan 25 basis poin pada bulan tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (2/8/2024).
Fokus sekarang tertuju pada data penggajian nonpertanian yang akan datang, untuk isyarat lebih lanjut tentang ekonomi AS. Pasar tenaga kerja yang mendingin semakin mendorong prospek penurunan suku bunga oleh Fed.
Selain itu, pasar juga berhati-hati mencermati perkembangan di Timur Tengah, di mana pembunuhan para pemimpin senior kelompok militan yang berpihak pada Iran, Hamas dan Hizbullah, memicu kekhawatiran bahwa kawasan itu bisa berada di ambang perang habis-habisan, yang mengancam akan mengganggu pasokan.minyak mentah dan jalur transportasi di selat hormutz.