Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Merosot Tajam, Ratusan Orang Kaya Dunia Kehilangan Rp2.128 Triliun

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |15:53 WIB
Wall Street Merosot Tajam, Ratusan Orang Kaya Dunia Kehilangan Rp2.128 Triliun
Wall Street Berakhir Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Ratusan miliarder dunia telah kehilangan USD134 miliar atau setara Rp2.128 triliun imbas ambruknya pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street sejak beberapa hari lalu. Sebagian besar dari angka tersebut berasal dari para elit global.

Dihimpun dari The National News, Kamis (8/8/2024), sosok yang paling menderita dari peristiwa ini adalah pendiri Amazon, Jeff Bezos. Dilaporkan ia telah kehilangan US$23 miliar atau setara Rp368 Triliun dalam waktu yang sangat singkat.

Bezos menjadi orang yang paling merugi dibanding orang kaya. Disusul oleh pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk yang kehilangan $6,57 miliar (Rp100 triliun) karena saham perusahaan kendaraan listriknya itu turun lebih dari 4,2%.

Menurut Forbes, pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page juga kehilangan masing-masing sekitar $6 miliar (Rp95 triliun) hingga Senin. Kemudian Mark Zuckerberg, kehilangan $4,3 miliar (Rp68 triliun) karena saham Meta turun 2,35%.

Larry Ellison, salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak Oracle yang mengalami lonjakan kekayaan sebesar $3 miliar (Rp50 triliun) dalam semalam, juga merugi pada Senin. Dikabarkan keuntungannya yang baru saja didapat juga harus ludes karena krisis saham.

Kepala eksekutif LVMH Bernard Arnault, mantan kepala eksekutif Microsoft Bill Gates dan Steve Ballmer, dan ketua Berkshire Hathaway Warren Buffet, yang masuk dalam 10 orang terkaya di dunia, secara kolektif kehilangan lebih dari USD7 miliar (Rp111 triliun).

Pendiri Dell Technologies Michael Dell juga kehilangan sekitar $3 miliar karena perusahaannya anjlok 5,7%.

Sebagai informasi, Kekacauan pasar saham Wall Street terjadi setelah laporan pekerjaan AS yang lemah pada hari Jumat yang memperlihatkan perlambatan signifikan dalam perekrutan bulan lalu.

Laporan bulan Juli menunjukkan bahwa kondisi ekonomi hanya menciptakan 114.000 pekerjaan baru bulan lalu, jauh di bawah estimasi analis sebesar 175.000 posisi baru. Pengangguran naik menjadi 4,3%, lebih buruk dari 4,1% yang diperkirakan oleh analis.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement