Sebelum alur dapat diakses, ASDP bersama Basarnas, Lanal Bengkulu, KPLP KSOP, Polair, dan nelayan setempat melakukan proses naik turun penumpang dan logistik secara terkoordinasi menggunakan kapal pendukung.
ASDP juga memberikan diskon hingga 50% untuk kendaraan logistik seperti pengangkut hewan kurban dan hasil pertanian. Tak hanya itu, penumpang yang sakit dan dirujuk ke rumah sakit rujukan difasilitasi dengan tiket gratis, termasuk untuk tenaga medis puskesmas dan pendamping dari Dinas Kesehatan.
“Untuk saat ini jadwal penyeberangan masih menyesuaikan kondisi cuaca dan pelabuhan, dan bersifat tentatif menunggu arahan dari BPTD. Penumpang diimbau datang minimal satu jam sebelum keberangkatan dengan membawa identitas diri,” lanjutnya.
Rute Bengkulu–Enggano berjarak 106 mil laut dengan waktu tempuh sekitar 12 jam. KMP Pulo Tello memiliki kapasitas 229 penumpang dan 22 kendaraan. Selama Januari hingga Juni 2025, kapal ini telah mengangkut 3.695 penumpang dan 574 unit kendaraan, menjadikannya sarana vital dalam menunjang pergerakan logistik dan aktivitas masyarakat.
Menurut Heru, kehadiran di lintasan perintis seperti Enggano adalah bukti nyata komitmen BUMN dalam mendukung kebijakan negara membangun dari pinggiran.
"Kami akan terus hadir khususnya di daerah yang belum terjangkau oleh transportasi reguler. Inilah wujud nyata memperkuat kedaulatan konektivitas dan mendorong pertumbuhan wilayah 3T," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)