Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Danantara Ungkap Alasan Proyek Gasifikasi Batu Bara Batal Groundbreaking

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |21:33 WIB
Danantara Ungkap Alasan Proyek Gasifikasi Batu Bara Batal Groundbreaking
Danantara (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) batal ikut groundbreaking proyek hilirisasi pada hari ini, Jumat (6/2/2026).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan, proyek DME memang ikut dalam daftar 18 proyek hilirisasi yang bakal digarap oleh Pemerintah. Namun DME batal ikut fase 1 karena masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama menyoal kesiapan teknologi yang bakal digunakan. 

"Berkaitan dengan DME, betul tadi kita tentu sesuai dengan arah Pak Rosan, kita akan melakukan kajian yang sangat detail, kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan outputnya juga kompetitif. Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserapi oleh pasar," ujar Dony di Wisma Danantara, Jumat (6/2/2026).

Namun demikian, Dony memastikan proyek tersebut akan tetap berjalan dengan estimasi 1-2 bulan kedepan untuk mematangkan konsep proyek sebelum masuk dalam tahap groundbreaking. Nantinya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menjadi operator dari proyek hilirisasi tersebut. 

"InsyaAllah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin 1 bulan ya, 1 bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," katanya. 

Dony menegaskan, proyek gasifikasi batubara sebelumnya sempat dikerjakan, sebelum pengembangnya berhenti ditengah jalan karena ditinggal investor asal Amerika Serikat, Air Product. Sehingga pematang konsep dinilai perlu dilakukan agar proyek berjalan dengan baik. 

 

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menargetkan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada Februari 2026. Ia menyebut proyek DME dinilai strategis karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG, sekaligus memanfaatkan sumber daya batu bara dalam negeri untuk kebutuhan energi domestik

"Saya lupa, kalau nggak salah itu Februari deh (groundbreaking proyek DME)," ujar Rosan saat ditemui di Menara Global, Rabu (14/1/2026).

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement