Rusia, dengan sekitar 12.000 metrik ton emas yang belum dieksploitasi. Deposit besar di Siberia seperti Sukhoy Log dan Olimpiada mendorong peringkat Rusia.
Meski ada sanksi perdagangan, persediaan emas Rusia merupakan aset strategis.
Afrika Selatan memiliki lebih dari 3.200 metrik ton tersisa di bawah tanah, meskipun produksinya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pernah menjadi pemimpin emas dunia, Cekungan Witwatersrand-nya masih menyimpan beberapa batuan terkaya di planet ini.
Amerika Serikat berada di urutan berikutnya dengan sekitar 3.000 metrik ton yang terkandung di dalam tanah.
Sabuk emas besar Nevada, yang menjadi rumah bagi tambang seperti Carlin dan Cortez, membuat AS tetap menjadi pemain utama dalam produksi dan cadangan.
Indonesia masuk lima besar, dengan hampir 3.600 metrik ton.
Kompleks Grasberg, yang dioperasikan oleh Freeport, adalah salah satu tambang emas terbesar di dunia dan menambah portofolio pertambangan Indonesia yang kuat.
(Taufik Fajar)