Adapun pemerintah memastikan tidak akan terburu-buru dan akan membuka ruang dialog baru dengan pihak AS guna menyesuaikan poin-poin kesepakatan dengan kondisi hukum terbaru.
“Akan ada pembicaraan selanjutnya antar kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil dan Indonesia akan tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional ke depannya,” tegas Haryo.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap membuka pintu bagi kerja sama internasional, namun dengan komitmen kuat untuk melindungi industri domestik, kedaulatan data, serta stabilitas ekonomi nasional secara menyeluruh.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.