Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Bisa Tembus USD100 per Barel Imbas Perang AS-Israel vs Iran, BBM Naik Lagi?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |14:32 WIB
Harga Minyak Bisa Tembus USD100 per Barel Imbas Perang AS-Israel vs Iran, BBM Naik Lagi?
Harga Minyak Bisa Tembus USD100 per Barel Imbas Perang AS-Israel vs Iran, BBM Naik Lagi? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak dunia bisa meroket tembus USD100 per barel imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. Terlebih lagi, Iran sudah mengumumkan menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Gangguan distribusi di kawasan ini berpotensi mendongkrak harga minyak mentah dunia.

“Kalau sudah sampai USD100 per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” kata Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal saat dihubungi, Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Harga Minyak Dunia Naik

Saat ini, harga minyak dunia berada di kisaran USD70 per barel. Namun, jika konflik berlanjut, harga minyak bisa naik menjadi USD80 per barel. Bahkan, harga minyak dunia bisa menembus USD100 per barel apabila pasokan minyak di Selat Hormuz terganggu karena penutupan jalur.

 



Berdampak ke Harga BBM

Faisal menambahkan lonjakan harga minyak dunia ini akan berdampak langsung pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. BBM nonsubsidi dipastikan naik mengikuti harga pasar internasional. Pada awal Maret 2026, harga BBM di Indonesia sudah naik, khususnya BBM non subsidi.

Namun, menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi penyesuaian harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar yang digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Peningkatan harga ini tentu saja berpotensi mempengaruhi inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pada umumnya,” kata Faisal

Menurutnya, konflik bersenjata antara Iran dan Israel berpotensi meluas menjadi konflik regional dengan keterlibatan Amerika Serikat. Dukungan dari China dan negara-negara yang berada di belakang Iran juga bisa memperpanjang eskalasi.

“Ada kemungkinan perang ini berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan,” ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement