JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat strategi dalam menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Pergeseran ekonomi dunia, kebijakan moneter, perkembangan teknologi, hingga ketegangan geopolitik dinilai membawa tantangan sekaligus peluang bagi pasar modal.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan, berbagai perubahan global yang terjadi saat ini memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dunia maupun Indonesia. Namun di balik tantangan tersebut, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku pasar.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi BEI saat ini adalah menjaga dan mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi yang tidak menentu. Ia menilai kepercayaan menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pasar modal.
"Kami merasa bahwa kepercayaan akan menjadi hal yang utama karena kepercayaan akan menimbulkan likuiditas, likuiditas juga akan menimbulkan efisiensi pasar dan juga kekuatan dalam pasar kita. Dan tanpa transparan serta integritas maka pertumbuhan juga tidak akan berkelanjutan," ungkapnya dalam acara Investor Gathering dan Corporate Forum 2026 yang digelar MNC Sekuritas, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Untuk itu, lanjut Irvan, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), Komite Stabilitas Sistem Keuangan Pasar (KSKP), anak usaha SRO, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pasar modal melalui reformasi integritas pasar modal Indonesia. Upaya tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, pendalaman pasar, serta penguatan sinergi antar regulator.
Selain itu, BEI juga menyiapkan sejumlah strategi pengembangan pasar modal hingga tahun 2030. Salah satunya adalah memperluas akses pasar modal melalui optimalisasi produk dan pengembangan strategi yang lebih tepat untuk setiap segmen investor.
"Kami berharap dengan hal ini kami bisa menambah jumlah investor, mempermudah partisipasi investor dan juga membuat investor ini merasa yakin dan nyaman bertransaksi di pasar modal kita," ungkap Irvan.