Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Tembus Rp17.000, Purbaya: Justru Ekonomi Sedang Ekspansi

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2026 |17:02 WIB
Rupiah Tembus Rp17.000, Purbaya: Justru Ekonomi Sedang Ekspansi
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons tenang kondisi pasar keuangan domestik setelah nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam. Purbaya menepis kekhawatiran sejumlah pihak yang menyamakan kondisi saat ini dengan tanda-tanda krisis moneter tahun 1998.

Purbaya menegaskan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini menunjukkan performa yang berbeda dari asumsi resesi yang beredar di kalangan pengamat.

"Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi. Gitu lah. Daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu. Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian, dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum," tegas Purbaya usai sidak Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).

Meskipun pasar saham sedang bergejolak, Purbaya meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan. Ia meyakinkan bahwa pemerintah terus menjaga fondasi ekonomi agar tetap kokoh di tengah tekanan eksternal global.

"Kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan. Jadi yang investor di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul," lanjutnya.

Purbaya menekankan bahwa Indonesia telah memiliki rekam jejak yang teruji dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi global, mulai dari krisis 2008 hingga pandemi 2020. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan mitigasi yang tepat saat ini.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement