Perlahan, usaha yang dirintis Wulan mulai menghadirkan perubahan nyata. Dari hasil berjualan daun jeruk, ia kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan usaha sampingan berupa jasa setrika baju dan katering panggilan.
Apa yang dicapai Wulan menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada akses permodalan, tetapi juga tumbuh melalui pendampingan, kedekatan, dan ruang bagi para ibu untuk saling belajar.
Dari lapangan, kisah seperti ini memperlihatkan bahwa kehadiran PNM bukan sekadar mendukung usaha ultra mikro, tetapi juga membantu menumbuhkan harapan di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary mengatakan bahwa kisah Wulan menjadi bukti bahwa ketangguhan perempuan Indonesia memiliki daya yang luar biasa ketika didampingi secara berkelanjutan.
PNM percaya setiap ibu memiliki potensi untuk bangkit, berkembang, dan menjadi penguat utama bagi keluarganya. Karena itu, PNM terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan agar para nasabah tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik.