Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar E-Commerce Dikuasai China, Purbaya Siapkan UMKM Jadi Pesaing

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |09:05 WIB
Pasar E-Commerce Dikuasai China, Purbaya Siapkan UMKM Jadi Pesaing
Menteri Keuangan Purbaya Menerima Keluhan Sulitnya Produk Lokal Bersaing di Tengah Dominasi Modal dan Barang dari China. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tengah merancang strategi untuk memperkuat posisi perusahaan lokapasar (e-commerce) dan pelaku UMKM dalam negeri di tengah maraknya dominasi platform digital yang berdampak pada banjirnya produk impor di pasar domestik.

Hal tersebut diungkapkan Purbaya setelah menerima banyak keluhan masyarakat saat melakukan siaran langsung bersama putranya di platform TikTok. Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan sulitnya produk lokal bersaing di tengah dominasi modal dan barang dari China.

“Ada banyak keluhan terkait marketplace yang disebut dikuasai pihak asing. Saya sedang memikirkan bagaimana mengembalikan kekuatan marketplace dalam negeri. Misalnya, ada anggapan bahwa beberapa platform dikuasai pihak China, dan platform lain juga akan masuk ke Indonesia,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Sabtu (21/3/2026).

Purbaya mengakui bahwa pesatnya digitalisasi menjadi pintu masuk bagi perusahaan teknologi asal China untuk melakukan ekspansi langsung ke konsumen Indonesia. Ia menekankan pentingnya kehadiran kompetitor lokal yang kuat guna menjaga kedaulatan ekonomi digital.

“Digitalisasi dalam kondisi seperti ini berpotensi membuka akses pasar langsung bagi pihak asing. Karena itu, saya sedang mengkaji apakah ada perusahaan domestik yang bisa diperkuat kembali untuk menjadi pesaing di pasar marketplace dalam negeri,” jelasnya.

 

Laporan dari konsultan Bain & Company turut memperkuat kekhawatiran tersebut. Sejumlah platform asal China disebut telah menguasai hampir 50 persen pasar e-commerce di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan laporan tersebut, nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) pada 2024 mencapai 62 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.031 triliun.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement