JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik angkutan Lebaran 2026 terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, mengingat sebagian aktivitas perkantoran akan kembali aktif pada 25 Maret 2026.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 dengan baik. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan dan pengendara dalam kondisi prima, manfaatkan waktu istirahat di rest area, cek kecukupan BBM dan saldo kartu uang elektronik, serta patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
“Menjelang periode arus balik, kami mohon kerja sama pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik, terutama menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, Sabtu (21/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang masuk wilayah Jabodetabek secara bersamaan, Rivan mengimbau masyarakat memanfaatkan stimulus diskon tarif tol yang berlaku pada 26–27 Maret 2026.
Diskon ini ditargetkan mampu memecah konsentrasi kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan di ruas-ruas tol. Tarif tol akan dipotong 30 persen untuk perjalanan menerus hingga ruas Tol Jakarta–Cikampek.
“Manfaatkan diskon tarif tol pada periode arus balik selama dua hari, yakni 26–27 Maret 2026 (H+5 s.d. H+6) di 9 ruas tol Jasa Marga Group,” kata Rivan.
Potongan tarif berlaku pada ruas strategis di Trans Jawa, meliputi Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan–Kanci, Jalan Tol Batang–Semarang, dan Jalan Tol Semarang Seksi ABC.
Selain itu, diskon juga berlaku untuk ruas tol di Trans Sumatera, termasuk Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Jalan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT), serta di wilayah Bandung–Cisumdawu, mencakup Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang) dan Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi).
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.