JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong elektrifikasi transportasi secara masif sebagai langkah inovatif untuk menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Listrik harus menjadi backbone energi kita di masa depan. Berdasarkan hasil studi, penggunaan listrik di sektor rumah tangga dan transportasi dapat menghemat sekitar 30% dibandingkan penggunaan energi fosil bersubsidi,” tegas Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kapasitas pasokan listrik nasional saat ini perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap BBM dan LPG.
Ia menilai pengalihan konsumsi energi ke listrik akan membuat subsidi energi menjadi lebih tepat sasaran.
“Ini adalah langkah strategis untuk memastikan beban APBN berkurang. Dengan menjadikan listrik sebagai tulang punggung utama energi nasional, kita tidak hanya beralih ke energi bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi anggaran yang signifikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa elektrifikasi transportasi, terutama pada kendaraan operasional pemerintah dan angkutan umum, dapat menjadi langkah awal yang terukur untuk menekan konsumsi BBM bersubsidi secara signifikan.
Selain itu, pemanfaatan listrik domestik yang melimpah juga dinilai dapat mengurangi tekanan impor energi, sehingga memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas fiskal dalam jangka panjang.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.