Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman PHK, Buruh Tembakau Soroti Dampak Usulan Batas Nikotin dan Tar 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |20:29 WIB
Ancaman PHK, Buruh Tembakau Soroti Dampak Usulan Batas Nikotin dan Tar 
Ancaman PHK, Buruh Tembakau Soroti Dampak Usulan Batas Nikotin dan Tar (Foto: Freepik)
A
A
A

Saat ini FSP RTMM Jatim berencana mengambil langkah formal dengan mengirimkan surat kepada para kepala daerah, mulai dari tingkat Bupati, Walikota, hingga Gubernur. Tujuannya meminta perlindungan pemimpin daerah agar Presiden Prabowo bersedia mengakomodasi aspirasi pekerja, terutama terkait usulan pembatasan nikotin dan tar yang belum mempertimbangkan dampak penerapannya terhadap tenaga kerja.
 
Purnomo berharap pemerintah saat ini lebih terbuka dalam ruang dialog dan tidak mengulangi pola penyusunan regulasi yang terburu-buru seperti pada aturan sebelumnya. Dia menginginkan suara para buruh didengar dengan upaya audiensi agar regulasi yang lahir nantinya tetap menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada industri tembakau.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengakui bahwa sektor industri hasil tembakau memiliki peran signifikan sebagai sektor padat karya dan pencipta lapangan kerja di daerah.
 
“Jawa Timur kemarin juga mendapatkan masukan dari serikat pekerja pada saat kita melakukan komunikasi, diskusi, dan audiensi. Dan sektor ini kan padat karya,” ujar Emil.
 
Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menginventarisasi berbagai persoalan teknis yang muncul dari implementasi regulasi di sektor pertembakauan dan telah menyampaikannya kepada pemerintah pusat.
 
“Ada banyak hal yang sifatnya teknis yang sudah kita inventarisir dan kita advokasi ke pemerintah pusat. Kita berharap pemerintah pusat juga mempertimbangkan besarnya lapangan kerja yang diciptakan, bukan hanya di hilir industrinya, tetapi juga di hulunya, yaitu petani tembakau,” katanya.
 
Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan terus menyuarakan aspirasi sektor-sektor ekonomi yang menjadi tumpuan lapangan kerja di daerah karena merupakan padat karya. Selain itu, keberadaan sentra- sentra tembakau turut menggerakkan perekonomian daerah.
 
“Sekali lagi, kami akan terus menyuarakan aspirasi sektor-sektor ekonomi yang menjadi tumpuan lapangan kerja di Jawa Timur, salah satunya adalah sektor padat karya produk olahan tembakau,” tambahnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement