JAKARTA - Nilai tukar rupiah tertekan dolar Amerika Serikat (AS) pada siang ini. Rupiah melemah ke level Rp17.513 per dolar AS, atau turun 99 poin setara 0,51%.
Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, tekanan rupiah dipengaruhi sentimen global, salah satunya pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS “sama sekali tidak dapat diterima”, sehingga meningkatkan risiko geopolitik.
“Pada hari Minggu, Trump menolak proposal balasan terbaru Teheran terhadap kerangka perdamaian Washington, dengan mengatakan bahwa tanggapan Iran ‘sama sekali tidak dapat diterima’. Komentar tersebut meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Proposal awal AS dilaporkan mencakup penghentian pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, serta pembongkaran fasilitas nuklir utama, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.
Sementara itu, tanggapan Iran yang disampaikan melalui mediator Pakistan dilaporkan menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, serta pengakuan hak Iran untuk melanjutkan sebagian aktivitas nuklir.
The Wall Street Journal melaporkan Iran juga mengusulkan pengurangan sebagian uranium yang sangat diperkaya serta pemindahan sisanya ke negara ketiga. Investor disebut masih mencermati perkembangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis energi global.
Ketegangan geopolitik ini terjadi menjelang rencana kunjungan Trump ke China pada akhir pekan ini, di mana ia diperkirakan akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas isu perdagangan, Taiwan, serta konflik Iran. China disebut sebagai pemain diplomatik penting mengingat hubungan ekonominya dengan Teheran.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.