Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Ekspor Pupuk ke Australia dengan Nilai Rp7 Triliun, Selanjutnya India hingga Brasil

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |17:05 WIB
RI Ekspor Pupuk ke Australia dengan Nilai Rp7 Triliun, Selanjutnya India hingga Brasil
Indonesia mengekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai kerja sama mencapai Rp7 triliun. (Foto: Okezone.com/Kementan)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia mengekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai kerja sama mencapai Rp7 triliun. Ekspor perdana tersebut dilakukan PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar.

Menurut Amran, pengiriman tersebut merupakan tahap awal dari komitmen ekspor sebesar 250.000 ton ke Australia. Volume ekspor itu selanjutnya direncanakan meningkat hingga 500.000 ton dengan total nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.

“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat serta membuka peluang pasar baru di berbagai negara.

“Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja keras dan capaiannya,” ujar Mentan Amran.

Setelah Australia, pemerintah mulai mengarahkan penguatan pasar ekspor pupuk nasional ke sejumlah negara strategis lain, antara lain India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.

Amran mengungkapkan Duta Besar India telah menghubunginya secara langsung untuk meminta pasokan pupuk urea dari Indonesia. Selain itu, sejumlah negara lain juga menyatakan minat untuk mengimpor pupuk urea produksi nasional.

“Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton, dan beberapa negara lain juga berminat, yaitu Filipina, Brasil, Bangladesh, serta beberapa negara lain. Kami menerima laporan negara-negara yang berminat terhadap pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan,” pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement