Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Ingatkan Investor, Jangan Bosan-Bosan Cek Fundamental Perusahaan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |20:15 WIB
BEI Ingatkan Investor, Jangan Bosan-Bosan Cek Fundamental Perusahaan
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta para pelaku pasar modal untuk mencermati fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan membeli saham. (foto: Okezone.com/Feby Novalius)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta para pelaku pasar modal untuk mencermati fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan membeli saham. Pasalnya, saat ini pasar modal Indonesia masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, baik dari faktor eksternal atau global maupun internal atau dalam negeri.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan fundamental perusahaan yang baik dinilai akan lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian tersebut.

"Memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5/2026).

Jeffrey mengungkapkan beberapa faktor yang membawa pasar saham berada dalam zona ketidakpastian, misalnya pelemahan nilai tukar rupiah. Saat ini nilai rupiah berada di Rp17.678 per dolar AS, atau lebih tinggi Rp1.191 dibandingkan tahun sebelumnya di level Rp16.478 per dolar AS (posisi 18 Mei 2025).

Selain faktor nilai tukar, Jeffrey menyebut ketidakpastian pasar modal juga dipengaruhi fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah dan Rusia yang menyebabkan terganggunya rantai pasok global.

"Jadi seluruh ketidakpastian itu tentu akan berdampak sedikit banyak kepada pergerakan di pasar," kata Jeffrey.

"Pesan kami kepada seluruh investor agar tetap memperhatikan faktor fundamental, kemudian melakukan analisis secara cermat dan menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing dalam kondisi pasar yang dinamis dan penuh ketidakpastian ini," lanjutnya.

Namun demikian, Jeffrey mengatakan kondisi ketidakpastian tersebut tidak hanya terjadi di pasar modal Indonesia. Sejumlah indeks di Asia juga mengalami koreksi serupa pada pekan perdagangan sebelumnya.

Bursa Asia kompak mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (15/5). Terpantau Nikkei 225 ditutup turun 1,99 persen, SSE Composite turun 1,02 persen, CSI 300 Index turun 1,12 persen, KOSPI juga tertekan 6,12 persen, TAIEX melemah 1,39 persen, dan S&P/ASX 200 turun 0,11 persen.

"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," katanya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement