Selain memastikan kondisi fisik hewan tetap prima, Barantin juga memperketat pengawasan dokumen dan prosedur karantina. Menurut Barantin, periode menjelang Iduladha selalu ditandai dengan tingginya mobilitas ternak sehingga risiko penyebaran penyakit antarwilayah meningkat.
Barantin juga melakukan pemetaan riwayat kesehatan ternak sejak dari daerah asal. Pengawasan diperkuat melalui pembentukan satuan tugas khusus di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di seluruh Indonesia.
“Kami telah melakukan langkah mitigasi sejak awal, termasuk penelusuran riwayat penyakit dan pembentukan Satgas Iduladha di setiap UPT untuk memastikan seluruh alur keluar-masuk hewan terpantau dengan baik,” kata Karding.
Dengan pengawasan berlapis tersebut, Barantin berharap kualitas daging kurban yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal). Masyarakat juga diimbau memastikan hewan kurban yang dibeli telah memiliki sertifikasi karantina resmi.
Sementara itu, Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, mengatakan ternak yang lolos pemeriksaan fisik dan administrasi akan langsung disalurkan ke wilayah tujuan.