Ferdy menilai salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah tata kelola pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.
Ia mengatakan masih terdapat tantangan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri, salah satunya ketika sebagian produsen memilih menjual batu bara ke pasar ekspor saat harga global meningkat.
Selain itu, Ferdy mendorong adanya transparansi dalam mekanisme penyediaan dan penyaluran batu bara untuk pembangkit listrik. Menurutnya, keterbukaan data dapat membantu mengidentifikasi persoalan secara lebih objektif.
“Semuanya harus dibuka. Harus transparan supaya kita tahu di mana persoalannya,” katanya.
Transparansi dan Evaluasi
Ferdy meminta PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara terus memperkuat tata kelola pasokan batu bara.