"Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar keuangan modal," ungkap Arief.
Sejalan dengan itu, Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil, mengatakan komposisi bisnis BNI AM antara ritel dan institusi dengan AUM sebesar Rp29,59 triliun per Juni 2026 akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkuat kapabilitas perusahaan hasil konsolidasi.
"Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," kata dia.
Senada, Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara, menyampaikan skala pengalaman PNM IM dalam mengembangkan investasi inklusif dengan AUM sebesar Rp10,31 triliun per Juni 2026 juga akan melengkapi kekuatan perusahaan hasil konsolidasi dalam memperluas akses layanan investasi kepada masyarakat.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.