Meski demikian, Alphonzus menegaskan kenaikan harga merupakan pilihan terakhir bagi pelaku usaha ritel. APPBI berharap pemerintah mampu mengendalikan berbagai faktor yang mendorong kenaikan biaya produksi sebelum memasuki kuartal IV sehingga kenaikan harga barang dapat diminimalkan.
"Kami berharap pemerintah bisa segera mengatasi situasi ini sehingga kenaikan harga bahan baku, biaya logistik, maupun biaya energi tidak berlanjut. Kalaupun nanti harga barang harus naik, kami berharap kenaikannya tidak signifikan," katanya.
Jika kenaikan biaya tidak dapat dihindari, lanjut Alphonzus, para peritel akan menerapkan berbagai strategi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Langkah yang disiapkan antara lain menggunakan bahan baku alternatif yang lebih murah, menghadirkan produk dengan ukuran kemasan yang lebih kecil, hingga memperbanyak program promosi.
"Teman-teman peritel akan mencari bahan baku alternatif yang lebih murah, membuat kemasan yang lebih kecil agar harga tetap terjangkau, serta memperkuat program promosi. Tujuannya agar masyarakat, terutama kelompok menengah bawah, tetap bisa membeli kebutuhan mereka meski terjadi penyesuaian harga," tuturnya.
Alphonzus juga menilai pemerintah perlu memprioritaskan upaya menjaga kondisi ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga stabilitas daya beli perlu dijaga.
"Sekitar 57 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kondisi dalam negeri tetap kondusif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat agar aktivitas konsumsi tetap terjaga," katanya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.