Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Tegaskan Komitmen Restorasi dan Konservasi Terumbu Karang

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |12:01 WIB
RI Tegaskan Komitmen Restorasi dan Konservasi Terumbu Karang
RI Tegaskan Komitmen Restorasi dan Konservasi Terumbu Karang (Foto: Dokumentasi Pupuk Kaltim)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia menegaskan komitmen dalam menjalankan program restorasi dan konservasi terumbu karang secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru, pada 19-24 Juli 2026.

Pada forum ilmiah di bidang riset, konservasi, serta pengelolaan terumbu karang dunia itu, Pupuk Kaltim berbagi pengalaman implementasi program restorasi yang dijalankan secara konsisten selama 15 tahun di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang.

Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia pada forum tersebut, sekaligus menegaskan secara konsisten menjalankan program restorasi dan konservasi terumbu karang berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Forum tersebut diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara. Perusahaan mempresentasikan dua karya ilmiah, yakni presentasi oral berjudul Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration serta poster ilmiah Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance.

"Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang," ujar perwakilan delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina dalam keterangannya, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, karya ilmiah tersebut merepresentasikan praktik keberlanjutan yang dikembangkan oleh sektor industri mampu memberikan kontribusi nyata, sekaligus referensi pengelolaan ekosistem pesisir berbasis sains dan kolaborasi. 

 

Restorasi Dimulai sejak 2011

Program rehabilitasi terumbu karang Pupuk Kaltim dimulai pada 2011 sebagai respons atas kerusakan lebih dari 50 persen terumbu karang di perairan Bontang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Perusahaan kemudian menginisiasi rehabilitasi kawasan Tebok Batang melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.

"Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang, serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang," terang Astri.

Hingga 2025, Pupuk Kaltim telah mengonservasi area seluas 2,23 hektare dari total izin PKKPRL seluas 10 hektare. Program tersebut turut mendorong peningkatan keanekaragaman hayati. Tercatat populasi ikan karang mencapai 57 famili, sedangkan populasi karang meningkat menjadi 69 genus pada 2025.

Selain memulihkan ekosistem laut, kawasan Tebok Batang kini berkembang sebagai model konservasi berbasis kolaborasi yang melibatkan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menyampaikan keterlibatan dalam ICRS 2026 menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan prinsip ESG, yang tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem laut, tapi juga mendorong terciptanya nilai bersama bagi masyarakat. 

"Kami sampaikan apresiasi kepada delegasi Pupuk Kaltim yang telah mewakili Indonesia pada forum ICRS. Ini menunjukkan inisiatif keberlanjutan yang lahir dari operasional perusahaan, mampu memberi kontribusi nyata dan memperoleh pengakuan dari komunitas global," ucap Anggono. 
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement