ACEH – Semangat menjaga dan mengelola laut secara berkelanjutan yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) terus dihidupkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan.
Nilai tersebut tidak hanya tercermin dalam berbagai inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perseroan, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif pekerja dalam berbagai aksi nyata, termasuk upaya pemulihan ekosistem laut di perairan Kepulauan Sabang, Aceh.
Sebagai bagian dari rangkaian Jambore Nasional yang diikuti oleh 25 perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia, BRI melalui komunitas penyelam internal BRILiaN Dive Club yang beranggotakan Insan BRILiaN (pekerja BRI) melaksanakan aksi transplantasi terumbu karang di Gampong Iboih, Kota Sabang, Aceh pada Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua BRILiaN Dive Club Hendi, Regional Micro Banking Head (RMBH) BRI Regional Medan Wahib, Keuchik Gampong Iboih, Ketua Tuha 4 Gampong Iboih, Panglima Laot Lhok Iboih, serta masyarakat setempat.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program TJSL. Lebih lanjut, ia menjelaskan, pemilihan Sabang sebagai lokasi konservasi tahun ini bersifat strategis, mengingat peran terumbu karang sebagai fondasi utama ekowisata di wilayah Aceh yang terus bangkit pascatsunami dan tantangan bencana alam.
“Langkah konservasi seperti ini relevan dalam menjaga daya dukung lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dengan demikian, upaya ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Dhanny.
Selain aspek rehabilitasi lingkungan, BRI juga fokus pada aspek edukasi bagi masyarakat lokal. Pada kesempatan yang sama, BRI turut menyerahkan bantuan alat selam berupa masker selam kepada warga setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong literasi bahari sebagai langkah awal untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kekayaan bawah laut mereka sendiri.