"Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di Kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai (value-based procurement), perlindungan terhadap produk dengan TKDN tinggi, kontrak pengadaan multi-tahun, serta komunikasi yang lebih erat sebelum implementasi kebijakan baru," tambahnya.
Associate Commercial Director Virtue Diagnostics Indonesia Kurniasari Endah menjelaskan bagaimana komitmen investasi tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan nyata di Indonesia meskipun industri IVD sedang menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, kondisi ekonomi global, perubahan dinamika pasar, serta penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan telah memberikan tekanan yang cukup besar terhadap industri IVD nasional.
"Kami menyadari bahwa memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," katanya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.