Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Kantongi Komitmen Dana Iklim Rp761 Miliar

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2026 |14:50 WIB
Indonesia Kantongi Komitmen Dana Iklim Rp761 Miliar
Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas penyaluran pendanaan lingkungan melalui Proyek Results-Based Payment (RBP) REDD. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas penyaluran pendanaan lingkungan melalui Proyek Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2. Pada 2026, sebanyak 10 proposal dari 10 provinsi telah dinilai dan kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan program.

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Komite Pengarah BPDLH, Zulkifli Hasan, menjelaskan penyaluran pendanaan ditandai dengan seremoni penandatanganan kerja sama penyaluran dana RBP untuk 10 provinsi yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2026.

Sebelumnya, sebanyak 24 provinsi telah mengakses pendanaan RBP REDD+ GCF Output 2. Provinsi Lampung tercatat sebagai provinsi pertama yang berhasil menyelesaikan implementasi program.

Saat ini, total 34 provinsi telah mengakses pendanaan RBP REDD+ GCF Output 2. Total komitmen pendanaan yang telah diberikan mencapai Rp761,02 miliar atau sekitar 94,8 persen dari total alokasi untuk provinsi. Pendanaan tersebut merupakan bagian dari proyek RBP REDD+ GCF yang diterima Indonesia atas capaian pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

"Pengelolaan lingkungan berkelanjutan merupakan jembatan yang menghubungkan pembangunan ekonomi dan masyarakat. BPDLH merupakan instrumen pembiayaan pembangunan hijau untuk mendukung visi kelestarian lingkungan Indonesia," ujar Zulhas dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement