Menurut Hashim, pemanfaatan lahan untuk program tersebut tidak hanya dilakukan di kawasan Manggarai. Lahan milik negara, BUMN, maupun kementerian/lembaga lainnya juga akan dioptimalkan untuk pembangunan hunian MBR.
Ia menyebut KAI memiliki lahan di sejumlah kota yang berpotensi digunakan untuk proyek serupa, antara lain Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya.
"Nanti Kereta Api Indonesia akan bikin proyek-proyek serupa dengan ini di kota-kota tadi. Jadi ini nanti akan seluruh Indonesia, di mana ada Kereta Api Indonesia dan juga ada tanah milik negara. Itu sudah petunjuk dari Presiden, ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ini bukan untuk yang di atas ya, ini bukan untuk orang kaya atau menengah ke atas, ini ada menengah ke bawah ya," tegas Hashim.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara mengatakan kriteria penerima rusun mengacu pada aturan MBR yang ditetapkan pemerintah. Ketentuan tersebut disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan wilayah masing-masing.
"Jadi MBR di Jakarta misalnya berbeda dengan di Papua dan daerah-daerah lainnya. Jadi situ lengkap yang nanti rumah susun ini tidak hanya dibangun di Jakarta, contohnya juga akan dibangun di Jawa Barat, dan juga di Surakarta, dan beberapa tempat," tandas Ara.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.