Seorang buruh yang memiliki penghasilan tetap, misalnya, harus menghadapi kenaikan biaya kontrakan, transportasi, makanan, pendidikan anak, kesehatan, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Jika pendapatannya tidak bertambah, tetapi beban hidup meningkat, kemampuan ekonominya secara nyata justru semakin tertekan.
Karena itu, kemampuan ekonomi tidak boleh hanya dilihat dari apa yang dimiliki seseorang. Kondisi tersebut juga harus dinilai berdasarkan besarnya beban yang harus ditanggung untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Aspirasi meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh sistem penetapan desil yang saat ini digunakan sebagai salah satu dasar penentuan penerima manfaat.
Aspirasi juga mendorong agar penetapan masyarakat berdasarkan desil dihentikan dan diganti dengan sistem penyajian data yang lebih transparan, objektif, terukur, serta mampu menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata.
Pemerintah, menurut Aspirasi, harus menunjukkan kepada publik kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci, mulai dari pendapatan, jumlah tanggungan, beban pengeluaran rumah tangga, biaya hidup di wilayah tempat tinggal, hingga kondisi pekerjaan dan kesejahteraan.