Menurut dia, jarak Lampung yang relatif dekat dengan Malaysia menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu, terdapat aktivitas ekonomi, wisata, serta perjalanan visit friends and relatives (VFR) atau kunjungan kepada keluarga dan kerabat.
Bayu menuturkan, pasar dari Lampung ke Malaysia saat ini banyak berasal dari masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan untuk umrah dan pengobatan. Malaysia selama ini menjadi salah satu tujuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan medis.
"Demand banyak dari Lampung, sebagian besar ke Malaysia untuk umrah dan medis. Dari Jakarta, dari mana pun, medis ke Malaysia itu masih tetap tinggi. Pelayanan medis di Malaysia bisa memenuhi kebutuhan pasien dari kita," katanya.
Di sisi lain, TransNusa juga ingin meningkatkan arus wisatawan Malaysia ke Lampung. Selama ini, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Lampung dinilai masih relatif kecil karena keterbatasan konektivitas penerbangan langsung.
Bayu mengatakan Lampung memiliki potensi wisata alam yang dapat ditawarkan kepada wisatawan Malaysia, mulai dari kawasan konservasi hingga destinasi pantai.