KUALA LUMPUR - Penerbangan langsung Lampung-Kuala Lumpur yang dibuka TransNusa tidak hanya menyasar pasar wisata. Maskapai juga membidik tingginya kebutuhan masyarakat Lampung untuk perjalanan bisnis, umrah hingga berobat ke Malaysia.
Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan Penerbangan, Datuk Bernard Francis, mengatakan pasar rute tersebut diperkirakan cukup beragam.
"Market akan mencakup semua, bisnis, pemerintah. Antara Lampung dan Malaysia mempunyai banyak hubungan kontrak kerjasama, dari manpower supply untuk pekerjaan di Indonesia. Dan juga halal bisnis dari Malaysia ke Lampung dan medical tourism," kata Bernard.
Menurutnya, hubungan ekonomi antara Lampung dan Malaysia juga membuka peluang perjalanan dari kalangan bisnis maupun pemerintahan.
Namun, salah satu pasar yang dinilai cukup potensial adalah medical tourism atau wisata medis.
Warga Lampung Berobat ke Malaysia hingga Singapura
Bernard mengatakan Malaysia masih menjadi salah satu tujuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sejumlah kota seperti Penang, Kuala Lumpur, Melaka dan Johor Bahru memiliki fasilitas medis yang menjadi tujuan pasien dari Indonesia.
"Medical tourism masih tinggi, di Penang, di Kuala Lumpur, di Melaka, di Johor Bahru. Itu ada permintaan yang mungkin satu atau dua untuk Indonesia," ujarnya.
Berdasarkan riset internal TransNusa, terdapat masyarakat dari Lampung yang melakukan perjalanan medis ke Singapura, Bangkok hingga Kuala Lumpur.