Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Diproyeksi Jadi Pasar Penerbangan ke-4 Dunia di 2030

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2026 |13:21 WIB
RI Diproyeksi Jadi Pasar Penerbangan ke-4 Dunia di 2030
Penerbangan di Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia diperkirakan IATA (International Air Transport Association) menjadi pasar penerbangan ke empat di dunia pada 2030 mendatang. 

Menperin mengatakan, proyeksi ini menimbang jumlah penumpang yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Pada tahun 2025, penumpang pesawat domestik bergerak di kisaran 4,25-5,46 juta orang per bulan, atau lebih tinggi dibanding penumpang internasional di rentang 1,43-1,92 juta orang.

"Berdasarkan data IATA, Indonesia diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Jadi tidak lama lagi kita akan menjadi pasar industri penerbangan terbesar keempat di dunia," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (6/5/2026)

Namun demikian, Menperin mengatakan industri penerbangan sendiri masih menghadapi tantangan dari sisi Maintenance, Repair, and Operation (MRO) pesawat. Kondisi ini turut membuat jumlah pesawat yang beroperasi. Pada tahun 2023 jumlah pesawat yang beroperasi 593 unit, tahun 2024 jumlahnya turun menjadi 582, dan tahun 2025 jumlahnya kembali turun menjadi 578 unit. 

Menperin memaparkan penurunan jumlah pesawat beroperasi tersebut disebabkan karena gangguan rantai pasok global, akses terbatas terhadap komponen pesawat yang krusial, serta pemberlakuan tarif impor yang tinggi dan hambatan fiskal. 

"Kita juga perlu mengakui bahwa industri yang MRO di Indonesia sedang menghadapi tantangan, tantangan yang semakin kompleks, terlebih terhadap turunnya jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia, dan juga tekanan biaya tinggi," lanjutnya. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement