Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun PLTS 100 GWp hingga RI Tak Lagi Impor 1 Barel Minyak dan LPG 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2026 |07:27 WIB
Bangun PLTS 100 GWp hingga RI Tak Lagi Impor 1 Barel Minyak dan LPG 
Bangun PLTS 100 GWp hingga RI Tak Lagi Impor 1 Barel Minyak dan LPG (Foto: Tangkapan layar)
A
A
A

RI Tak Lagi Impor Minyak dan LPG

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak boleh lagi mengimpor minyak maupun LPG dalam tiga tahun untuk memperkuat kemandirian energi nasional, didukung dengan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa.

"Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, Insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," kata Prabowo

Prabowo menyampaikan target tersebut harus didukung dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt (GW), geothermal, pengembangan ladang gas serta peningkatan lifting minyak nasional.

Menurut Prabowo, program PLTS 100 GW merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada perkembangan maupun kondisi negara lain.

Mengenai efisiensi anggaran, Prabowo enggan mengulangi paparan teknis yang telah dilaporkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar pidato tidak terlalu lama.

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW tersebut dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun. Kapasitas baru itu hampir setara dengan total kapasitas listrik nasional saat ini yang berada di angka 88 GW dari seluruh sumber energi.

"Untuk sebagai bayangan, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt dari batu bara, minyak, gas, hingga geotermal. Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Prabowo.

Ia menyampaikan pembangunan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan migas.

"Dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak," ujar Presiden.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement