Purbaya mencatat pertumbuhan base money pada Juli telah mencapai 18,3 persen. Jika kondisi tersebut tidak mengalami perubahan signifikan, Purbaya memperkirakan pertumbuhan base money pada akhir Agustus juga berada di kisaran yang sama. Tingkat likuiditas tersebut dinilai cukup untuk menopang pertumbuhan kredit perbankan di atas 20 persen.
"Ini cukup kalau ditahan terus di situ, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen," katanya.
Dengan likuiditas yang tetap terjaga, Purbaya melihat ruang bagi sektor swasta untuk tumbuh lebih cepat semakin terbuka. Dia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan bank sentral dalam menjaga ketersediaan likuiditas bagi perbankan.
"Jadi saya pikir dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar," pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.