"Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini. Dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat membantu proses penanganan kondisi ini, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan," kata Dudy.
Kemenhub juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan kondisi penerbangan melalui kanal informasi resmi Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta informasi resmi dari masing-masing maskapai. Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.
Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi penerbangan serta memperbarui informasi sesuai perkembangan terbaru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas sekaligus menjaga konektivitas transportasi udara bagi masyarakat.
Sejumlah Bandara Masih Terdampak Abu Vulkanik
Hingga Senin pagi, sejumlah bandara di Jawa dan Sumatera masih terdampak secara operasional akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah memutuskan penutupan sementara operasional sejumlah bandara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB.