JAKARTA - Hamparan tanah tampak gersang diterpa musim kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Akan tetapi, kawasan tambang nikel milik PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel tersebut tak pernah benar-benar sepi.
Di mana ratusan dump truck berukuran raksasa hilir mudik mengangkut bijih nikel dari tambang terbuka (open-pit) menuju fasilitas pengolahan.
Raungan mesin alat berat disertai kepulan uap tebal menjadi suara dan pemandangan sehari-hari di kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir menjelma sebagai salah satu pusat pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi di Indonesia.
Bijih nikel dari kawasan tambang seluas 11.550 hektare itu selanjutnya diolah menjadi bahan baku besi dan baja tahan karat (stainless steel), sekaligus bahan baku komponen baterai kendaraan listrik.
Raungan mesin alat berat disertai kepulan uap tebal menjadi suara dan pemandangan sehari-hari di kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir menjelma sebagai salah satu pusat pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi di Indonesia.
Bijih nikel dari kawasan tambang seluas 11.550 hektare itu selanjutnya diolah menjadi bahan baku besi dan baja tahan karat (stainless steel), sekaligus bahan baku komponen baterai kendaraan listrik.