Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Adhi Karya Bakal Lepas Bisnis Jalan Tol hingga Air, Fokus Proyek Konstruksi

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |18:05 WIB
Adhi Karya Bakal Lepas Bisnis Jalan Tol hingga Air, Fokus Proyek Konstruksi
Adhi Karya Bakal Lepas Bisnis Jalan Tol. (Foto: Okezone.com/PU)
A
A
A

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akan merampingkan portofolio bisnis dengan melepas sejumlah kepemilikan di sektor yang dinilai tidak sesuai dengan kompetensi inti perseroan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemegang saham agar ADHI kembali fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor, termasuk dengan mengevaluasi kepemilikan di sektor jalan tol hingga penyediaan air.

Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko ADHI Rozi Sparta mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk kembali fokus (back to core) pada bisnis kontraktor.

“Sesuai dengan arahan pemegang saham, ADHI back to core, sehingga bisnis yang tidak inline atau tidak sejalan seluruhnya akan dilakukan proses divestasi,” ujar Rozi dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Rozi menjelaskan, saat ini struktur ADHI Group terdiri dari 18 entitas, yang mencakup tujuh perusahaan anak, 10 perusahaan afiliasi yang merupakan pemegang saham minoritas, serta satu cucu usaha di bawah Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Dari sejumlah perusahaan afiliasi tersebut, ADHI memiliki enam entitas yang bergerak dalam portofolio jalan tol. Beberapa di antaranya adalah Jasamarga Jogja Solo, Jasamarga Jogja Bawen, Jasamarga Akses Patimban, PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS) selaku operator Tol Bogor-Serpong, Jakarta Metro Expressway yang merupakan salah satu portofolio di JORR Elevated, serta Jasamarga Bali Tol.

Untuk portofolio jalan tol, kepemilikan ADHI antara lain tercatat sebesar 47,18% pada Jasamarga Solo Jogja, 25,50% pada Jasamarga Jogja Bawen, 7,22% pada Jasamarga Akses Patimban, 12% pada BSIS, 4,81% pada Jakarta Metro Expressway, dan 0,79% pada Jasamarga Bali Tol.

“Jadi memang yang tidak inline dengan core competence, apa pun bentuknya, baik itu air, energi, maupun jalan tol, dan kami juga punya tiga aset hotel yang saat ini dioperasikan anak perusahaan, ini merupakan satu bagian dalam program divestasi,” tambahnya.

Selain jalan tol, ADHI juga memiliki portofolio pada sektor air melalui Karian Water Services di Tangerang dengan kepemilikan saham 20,34%, serta kepemilikan di Indonesia American Water Company (IAWCO) atau PT Perusahaan Air Indonesia Amerika sebesar 25%.

Perseroan juga memiliki perusahaan bersama yang bergerak di bidang penyediaan logistik melalui Karian Logistik Nusantara, yang secara spesifik mendukung pengadaan untuk proyek IKN dan TPPI.

Menurut Rozi, tidak ada sektor tertentu yang secara khusus dikecualikan dari program divestasi. Penentuan aset atau perusahaan yang dilepas akan mengacu pada kesesuaiannya dengan core competence ADHI.

Dengan demikian, kepemilikan ADHI di sektor yang berada di luar fokus utama perseroan berpotensi masuk dalam agenda streamlining. Termasuk di dalamnya portofolio jalan tol maupun bisnis di sektor air yang dinilai tidak sejalan dengan arah back to core.

Perseroan menargetkan setidaknya tiga anak perusahaan dapat didivestasi pada 2026, sementara penataan terhadap entitas lainnya akan dilanjutkan dan ditargetkan selesai paling lambat pada 2027.

Hasil dari aksi divestasi tersebut nantinya menjadi salah satu bagian dari upaya restrukturisasi perseroan, sekaligus mendukung langkah ADHI untuk kembali memusatkan bisnisnya pada kompetensi inti sebagai perusahaan kontraktor.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement