JAKARTA - Pemerintah mengungkap skema baru pembayaran kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Setelah direstrukturisasi, tenor pelunasan utang tersebut dapat mencapai 80 tahun dengan beban cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan restrukturisasi membuat beban pembayaran utang Whoosh menjadi lebih ringan. Pemerintah kini menyiapkan struktur pengelolaan aset dan kewajiban proyek tersebut agar lebih efisien.
1. Tenor utang Whoosh mencapai 80 tahun
Purbaya mengungkapkan kewajiban utang proyek Whoosh telah direstrukturisasi dengan memperpanjang tenor pembayaran hingga 80 tahun.
Menurut dia, skema tersebut membuat pemerintah memiliki waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran.
“Iya kita sudah mati, santai saja. Jadi tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya karena utangnya sudah direstrukturisasi,” ujar Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta.
2. Cicilan diperkirakan sekitar Rp1 triliun per tahun
Dengan tenor yang diperpanjang, beban cicilan tahunan disebut berada di kisaran Rp1 triliun. Namun, Purbaya mengatakan nominal pembayaran dapat berbeda dari tahun ke tahun.