Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fakta Bansos Digital 50 Juta Warga, dari Kupon Digital hingga Cegah Judol

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |09:01 WIB
9 Fakta Bansos Digital 50 Juta Warga, dari Kupon Digital hingga Cegah Judol
Pemerintah berharap sekitar 80% proses digitalisasi dan penataan data telah rampung saat peluncuran. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mempercepat digitalisasi bantuan sosial (bansos) untuk meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, dan keamanan penyaluran bantuan. Sekitar 50 juta masyarakat termiskin menjadi sasaran penerima bansos digital.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah menargetkan peluncuran digitalisasi bansos pada pekan ketiga Oktober 2026. Pemerintah berharap sekitar 80% proses digitalisasi dan penataan data telah rampung saat peluncuran.

Berikut sejumlah fakta penting mengenai program bansos digital yang dirangkum Okezone, Senin (14/9/2026): 

1. 50 Juta Masyarakat Jadi Sasaran

Pemerintah memastikan sekitar 50 juta masyarakat termiskin masuk dalam sasaran penerima bansos digital.

Luhut mengatakan kelompok tersebut telah ditetapkan sebagai sasaran penerima bantuan.

"Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya? 50 juta itu sudah pasti akan diberikan."

2. Bansos Tidak Diberikan dalam Bentuk Uang Tunai Bebas

Pemerintah masih merancang mekanisme penggunaan bantuan agar dana bansos digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kupon digital dengan penggunaan terbatas. Bantuan nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu, seperti membayar listrik, membeli beras, atau membeli bahan bakar.

Pembatasan tersebut juga ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan bansos, termasuk untuk judi online (judol).

3. Penerima Bansos Berasal dari Desil 1-5

Luhut mengatakan penerima bansos digital nantinya mencakup masyarakat yang masuk dalam desil satu hingga lima.

Namun, penataan data berdasarkan desil masih menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan pemerintah.

4. Peluncuran Ditargetkan Oktober 2026

Pemerintah menargetkan roll out digitalisasi bansos pada pekan ketiga Oktober 2026.

Luhut mengatakan Presiden telah memberikan arahan untuk mempercepat proses digitalisasi tersebut. Pemerintah menargetkan sekitar 80% proses telah selesai ketika program mulai diluncurkan.

5. Sistem Akan Diuji untuk Melayani 50 Juta Penerima

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan sistem bansos digital akan diuji untuk memastikan mampu melayani sekitar 50 juta masyarakat secara bersamaan.

Pengujian dilakukan melalui:

Stress test untuk menguji ketahanan sistem.
Load test untuk menguji kemampuan sistem menghadapi beban akses tinggi.
Pengaturan waktu akses masyarakat untuk mencegah penumpukan akses atau jamming.
Pengujian tersebut dilakukan bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

6. Uji Coba Sistem Sudah Dilakukan di Sleman

Pemerintah sebelumnya telah melakukan uji coba keandalan sistem bansos digital di Sleman.

Meutya mengatakan masyarakat menunjukkan antusiasme terhadap program tersebut.

7. Ada Mekanisme Sanggah untuk Memperbaiki Data

Pemerintah menyiapkan mekanisme sanggah apabila terdapat kesalahan dalam data penerima bansos.

Mekanisme ini memungkinkan data penerima diperbaiki secara berkelanjutan sehingga penyaluran bantuan dapat semakin tepat sasaran.

8. Penataan Data Ditargetkan Selesai pada 2026

Pemerintah akan melakukan penataan dan pemadanan data penerima bansos sepanjang 2026.

Luhut mengatakan persoalan data menjadi salah satu tantangan utama dalam digitalisasi bansos. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut semakin berkurang melalui koordinasi antarpihak.

9. Penyaluran Bansos Digital Diuji Coba pada Kuartal I 2027

Luhut mengatakan pemerintah menargetkan uji coba pendistribusian bansos digital pada kuartal I 2027.

Sebelum penyaluran diuji coba, pemerintah akan menyelesaikan penataan dan pemadanan data penerima selama 2026.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement