JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima dan mendengar langsung keluhan masyarakat terkait pemeringkatan desil. Ia juga menerima kajian akademik serta 2.500 data warga yang dikumpulkan Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) dari posko pengaduan.
Gus Ipul memastikan seluruh data yang diserahkan akan diterima untuk ditelusuri satu per satu.
“Kami akan terima semua aspirasinya, kami akan terima semua data-datanya untuk kita lakukan pendalaman, pengkajian, dan kemudian kita tindaklanjuti,” kata Gus Ipul, Jumat (18/9/2026).
Menurut Gus Ipul, pemerintah menyadari data memang belum sepenuhnya akurat. Karena itu, ketika data dibuka kepada publik, pemerintah juga harus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi, menyanggah, dan mengusulkan perubahan apabila menemukan ketidaksesuaian.
“Karena kita sudah membuka data, maka kami tentu berkewajiban untuk menerima koreksi, menerima sanggahan, menerima usulan-usulan dari masyarakat. Itu adalah konsekuensi dari keterbukaan pemerintah,” katanya.
Ia mengajak KWJK dan warga untuk ikut dalam proses verifikasi dan validasi sekitar 2.500 data yang diserahkan. Perwakilan warga diminta berkoordinasi dengan Kemensos selama satu pekan agar hasil penelusuran dapat segera diketahui.
“Kita lakukan verifikasi dan validasi, kita urut satu per satu, dan nanti kita sampaikan hasilnya,” ujar Gus Ipul.
“Paling lambat seminggu sudah ada jawaban. Karena tugas Kemensos adalah melayani rakyat,” sambungnya.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga memastikan data tersebut akan dipadankan dan prosesnya dikawal hingga memperoleh kejelasan.
“Datanya kita padankan. Nanti Pak Marlo asistensi supaya seminggu ini selesai. Yang penting ada kejelasan. Pokoknya datanya masukkan, seminggu ini harus sudah ada hasil,” kata Agus Jabo.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.