Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stok Beras Premium Langka di Ritel Modern, Mentan Minta Bulog Turun Tangan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |07:19 WIB
Stok Beras Premium Langka di Ritel Modern, Mentan Minta Bulog Turun Tangan
Stok Beras Premium Langka di Ritel Modern, Mentan Minta Bulog Turun Tangan (Foto: Kementan)
A
A
A

Di sisi lain, Amran memastikan penyaluran beras pemerintah tetap berjalan. Program beras pemerintah yang telah direncanakan juga akan terus dilanjutkan karena stok nasional dinilai mencukupi.
“Berasnya banyak, stoknya banyak. Jalan terus,” pungkas Mentan Amran.

Di tengah upaya memperkuat pasokan, pemerintah juga terus menindaklanjuti dugaan pelanggaran pada produk beras fortifikasi. Mentan Amran menyebut terdapat 25 perusahaan yang telah dikirim untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Dia menegaskan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran, pemerintah akan mengambil tindakan tegas mulai dari moratorium, pencabutan izin, hingga proses hukum.

“Yang melanggar kita tindak. Ada tiga proses: izinnya dicabut, dimoratorium, dan diproses secara hukum,” tegas Amran.

Amran menekankan penindakan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berlaku. Pemerintah, kata dia, tidak akan membiarkan praktik yang merugikan masyarakat mengganggu tata kelola perberasan nasional.

Dengan stok beras pemerintah yang mencukupi, Amran menegaskan pemerintah memiliki ruang untuk terus memperkuat pasokan ke ritel sekaligus menjaga stabilitas harga. Penyaluran beras akan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat, sementara pengawasan dan penindakan terhadap praktik yang merugikan konsumen terus dilakukan untuk memastikan beras tersedia dengan harga yang wajar.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement