Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Driver Ojol Keluar Rute? Ini Tips yang Bisa Dilakukan Penumpang

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |12:19 WIB
Driver Ojol Keluar Rute? Ini Tips yang Bisa Dilakukan Penumpang
Driver Ojol (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pengemudi transportasi online tak jarang untuk mengambil jalan berbeda dari rute yang diperkirakan pada aplikasi. Hal ini mungkin membuat penumpang merasa khawatir, apalagi jika jalan yang dilewati terasa asing, sepi, atau justru menjauh dari tujuan.

Namun, perubahan rute ini tidak selalu berarti ada masalah. Pengemudi dapat memilih jalan lain karena kemacetan, penutupan jalan, pengalihan arus, atau kondisi lalu lintas yang berubah.

Apabila menghadapi situasi seperti iyu, penumpang dapat memeriksa posisi kendaraan melalui aplikasi, menanyakan alasan perubahan rute apabila situasinya aman, serta memberi tahu orang terdekat mengenai perjalanan yang sedang berlangsung.

Namun, jika kendaraan terus menjauh dari tujuan, berhenti di lokasi yang tidak semestinya tanpa penjelasan, atau muncul perilaku lain yang membuat penumpang merasa terancam, sebaiknya segera mencari bantuan.

Sejumlah platform transportasi online juga telah mengembangkan fitur keselamatan untuk membantu penumpang selama perjalanan. Salah satunya adalah Grab yang memiliki fitur keselamatan.

Perubahan rute perlu lebih diperhatikan apabila disertai kondisi lain yang membuat penumpang merasa tidak aman atau terancam.

Misalnya, ketika ditanya, pengemudi tidak menjelaskan alasan perubahan arah. Lalu kendaraan terus bergerak makin jauh dari tujuan, berhenti di tempat sepi tanpa alasan yang jelas, atau perjalanan pada aplikasi diakhiri sebelum penumpang tiba.

Sebaliknya, jika pengemudi menjelaskan bahwa rute berubah karena kemacetan atau penutupan jalan, penumpang dapat menanyakan jalan mana yang akan dilewati dan mencocokkannya dengan peta. Penjelasan itu sangat membantu penumpang untuk memahami alasan di balik perubahan perjalanan.

 

Namun, apabila situasinya mulai terasa mengancam, penumpang tidak perlu menunggu hingga benar-benar yakin akan terjadi sesuatu sebelum mencari bantuan.

Ketika driver ojol mulai keluar rute, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan penumpang. Namun, apabila sudah merasa terancam, prioritaskan mencari bantuan tanpa harus mengikuti langkah-langkah berikut secara berurutan.

Penumpang harus membuka peta perjalanan melalui aplikasi jika kondisi memungkinkan. Lalup perhatikan posisi kendaraan, tujuan yang tertera, serta jalan yang sedang dilewati. Jangan hanya melihat garis rute pada peta. Perhatikan juga nama jalan, persimpangan, bangunan, SPBU, minimarket, atau penanda lain yang mudah dikenali.

Informasi tersebut dapat berguna jika penumpang perlu menjelaskan lokasi, baik kepada keluarga, platform, maupun petugas yang membantu.

Penumpang juga harus menanyakan alasan mengambil jalan berbeda Jika situasi aman, tanyakan dengan tenang alasan pengemudi menggunakan rute berbeda.

Jawaban pengemudi dapat membantu memastikan apakah perubahan terjadi karena kondisi lalu lintas, jalan alternatif, atau kekeliruan memahami tujuan. Namun, jangan memaksakan percakapan jika pengemudi menunjukkan perilaku agresif atau situasi terasa tidak aman.

Beritahu keluarga atau teman mengenai perjalanan yang sedang berlangsung. Jika aplikasi menyediakan fitur berbagi perjalanan, gunakan fitur tersebut agar orang terdekat dapat mengikuti posisi kendaraan.

Pada Grab, fitur Grab Share My Ride atau Bagikan Perjalanan memungkinkan penumpang membagikan informasi perjalanan kepada keluarga atau teman. Jangan hanya mengirimkan tautan perjalanan. Jika ada sesuatu yang membuat khawatir, sampaikan juga kondisi tersebut agar orang yang menerima informasi memahami situasinya.

Apabila merasa tidak nyaman untuk melanjutkan perjalanan, penumpang dapat meminta pengemudi berhenti di tempat ramai, seperti minimarket, SPBU, area publik, atau pos keamanan.

Tunggu kendaraan benar-benar berhenti sebelum turun.
Hindari berdebat atau melakukan gerakan mendadak ketika kendaraan masih berjalan karena dapat meningkatkan risiko.

Jika membutuhkan pertolongan segera, akses fitur darurat yang tersedia pada aplikasi transportasi online.

Pada aplikasi Grab, penumpang dapat menggunakan Grab Tombol Darurat untuk mengakses bantuan ketika dibutuhkan.
Selain itu, penumpang juga dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110.

Setelah berada di lokasi aman, laporkan kejadian melalui pusat bantuan aplikasi apabila terdapat hal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Simpan informasi yang tersedia, seperti nomor pesanan, waktu perjalanan, lokasi kejadian, identitas pengemudi dan kendaraan yang tercantum di aplikasi, serta percakapan yang relevan.

Saat membuat laporan, ceritakan kronologi secara berurutan. Jelaskan kapan perubahan rute mulai terjadi, alasan yang diberikan pengemudi, serta kondisi apa yang membuat Anda merasa tidak aman.

Jika terdapat dugaan tindak pidana, penumpang juga dapat melaporkannya kepada kepolisian.

Untuk perjalanan berikutnya, biasakan mencocokkan identitas pengemudi dan kendaraan dengan informasi di aplikasi, membagikan perjalanan kepada orang terdekat bila diperlukan, serta mengenali letak fitur keselamatan sebelum perjalanan dimulai.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement