Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tinta Emas yang Ditorehkan Ahmad Rizal Ramdhani selama Pimpin BULOG

Anindita Trinoviana , Jurnalis-Sabtu, 03 Oktober 2026 |11:47 WIB
Tinta Emas yang Ditorehkan Ahmad Rizal Ramdhani selama Pimpin BULOG
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: dok BULOG)
A
A
A

JAKARTA – Usai 15 bulan menakhodai Perum BULOG, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menorehkan babak penting dalam perjalanan panjang perusahaan pangan negara. Sejak dipercaya memimpin BULOG pada 3 Juli 2025, pengalaman panjangnya sebagai prajurit Korps Zeni dibawa menuju medan pengabdian baru menjaga pangan negeri.

Bila dahulu tugasnya membuka jalan, membangun jembatan dan menyambungkan wilayah yang terputus, kini jembatan yang dibangun membentang dari sawah petani, penggilingan, gudang BULOG hingga akhirnya pangan sampai ke meja masyarakat. Ahmad Rizal tercatat sebagai lulusan Akademi Militer 1993 dengan latar belakang Zeni Tempur.

Perjalanan itu menjadi latar kuat bagi transformasi pengabdiannya. Jika seorang prajurit Zeni ditempa untuk menemukan jalan ketika jalan seolah tertutup, sementara di BULOG tantangannya adalah memastikan setiap bulir yang dihasilkan petani memiliki jalan menuju negara dan setiap cadangan yang dikelola negara memiliki jalan menuju rakyat.

Disiplin, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bergerak di lapangan dan kekuatan kolaborasi menjadi napas kepemimpinan yang dibawanya. Bagi Ahmad Rizal, pangan bukan semata persoalan tonase, gudang atau distribusi, melainkan mata rantai kehidupan yang menghubungkan jerih payah petani dengan kebutuhan jutaan keluarga Indonesia.

Jejak itu mulai terlihat kuat sepanjang tahun 2025. BULOG mencatat pengadaan dalam negeri mencapai 3 juta ton setara beras tertinggi sejak BULOG berdiri pada 1968. Capaian tersebut menjadi fondasi penting menuju target yang jauh lebih besar pada 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa keberpihakan negara terhadap produksi dalam negeri dapat diwujudkan melalui penyerapan yang masif dan terorganisasi.

Puncak tinta emas itu kembali ditorehkan pada September 2026. BULOG berhasil menembus 4 juta ton pengadaan gabah dan beras dalam negeri setara beras, memenuhi 100 persen target pemerintah ketika tahun 2026 masih menyisakan sekitar tiga bulan.

Angka tersebut sekaligus melampaui rekor dibandingkan tahun sebelumnya pada 2025 dan menjadi capaian pengadaan setara beras tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri. Lebih dari sekadar memecahkan rekor, capaian 4 juta ton juga menunjukkan kemampuan BULOG memperbesar daya serap terhadap produksi petani dalam negeri, memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP), sekaligus memberikan kepastian bahwa hasil kerja petani memiliki ruang yang semakin besar dalam sistem pangan nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian selama mempimpin BULOG. Hal ini suatu yang membanggakan dengan tercapainya target bukan berarti langkah BULOG berhenti.

Sesuai arahan pemerintah, lanjutnya, penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri terus dilanjutkan untuk menjaga kekuatan cadangan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

"Kinerja pengadaan, penyaluran hingga keuangan yang kuat berjalan seiring dengan penguatan stok beras pemerintah. Sepanjang 2026, stok beras yang dikelola BULOG sempat berada di kisaran lebih dari 5 juta ton, level tertinggi yang pernah dicatat dalam sejarah pengelolaan stok BULOG. Besarnya cadangan tersebut memberi ruang yang semakin kuat bagi negara untuk menjaga ketersediaan pangan, menjalankan stabilisasi pasokan dan harga, memenuhi kebutuhan bantuan pangan serta merespons kebutuhan pada kondisi darurat," ujar Ahmad Rizal.

Keberhasilan BULOG tidak berhenti ketika karung-karung beras memenuhi gudang. Di bawah kepemimpinan Ahmad Rizal, kekuatan stok juga digerakkan menuju hilir melalui berbagai penugasan pemerintah, mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan hingga distribusi pangan ke berbagai wilayah Indonesia.

Pada 2026, Bantuan Pangan diarahkan menjangkau sekitar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan, sementara BULOG juga terus menggerakkan beras melalui pasar rakyat, jaringan ritel serta berbagai kanal distribusi lainnya. Di sinilah filosofi seorang Zeni kembali menemukan bentuknya keberhasilan bukan diukur dari seberapa kokoh jembatan berdiri, tetapi apakah masyarakat benar-benar dapat sampai ke seberang.

Begitu pula pangan, stok yang besar memperoleh maknanya ketika mampu sampai dan memberikan manfaat kepada rakyat.

Pengakuan atas perjalanan tersebut turut hadir melalui Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 kategori Most Popular yang diterima Ahmad Rizal Ramdhani pada April 2026. Penghargaan itu hadir pada momentum ketika stok beras BULOG untuk pertama kalinya menembus angka 5 juta ton.

Namun capaian tersebut tidak ditempatkan sebagai keberhasilan seorang pemimpin semata, melainkan representasi kerja kolektif seluruh insan BULOG bersama petani, pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, mitra penggilingan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang bergerak dalam satu orkestrasi besar menjaga pangan Indonesia.

Bagi Ahmad Rizal, jutaan ton pengadaan dan cadangan beras pada akhirnya memiliki wajah manusia. Di balik angka tersebut ada petani yang turun ke sawah sebelum matahari terbit, ada Bulogers yang bergerak menjemput hasil panen dan menjaga kualitas beras di gudang, ada armada yang mengantarkan pangan melintasi wilayah, serta ada keluarga Indonesia yang membutuhkan kepastian bahwa beras tetap tersedia.

Oleh karena itu, makna terbesar dari pencapaian 4 juta ton bukan hanya pada terciptanya sebuah rekor, melainkan semakin kuatnya jembatan antara produksi petani dan kebutuhan masyarakat. BULOG pun terus diarahkan untuk menjalankan amanah sebagai instrumen negara yang hadir dari hulu sampai hilir menyerap ketika petani membutuhkan kepastian pasar dan menyalurkan ketika masyarakat membutuhkan pangan.

15 bulan kepemimpinan Ahmad Rizal Ramdhani menjadi sebuah perjalanan dari heroisme Zeni menuju bulir padi. Dari pengalaman membangun jalan dan jembatan, menghadapi bencana, bekerja bersama masyarakat hingga mengawal urusan pangan, benang merahnya tetap sama: membuka jalan agar kehidupan terus bergerak.

Rekor pengadaan 4 juta ton setara beras, penguatan stok hingga lebih dari 5 juta ton, serta keberlanjutan berbagai program pangan menjadi bagian dari tinta emas yang ditorehkan bersama seluruh insan BULOG. Sebab pada akhirnya, pangkat dapat ditanggalkan dan jabatan akan berganti, tetapi jejak pengabdian akan tinggal. Dan di BULOG, jejak itu menemukan bentuk paling sederhananya memastikan bulir hasil kerja petani tidak berhenti di sawah atau gudang, tetapi terus bergerak hingga menjadi pangan di meja rakyat.

Di situlah semangat “BULOG Mengantarkan Kebaikan” memperoleh maknanya karena kebaikan tidak cukup disimpan, harus sampai dan diantarkan.

(Anindita Trinoviana)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement