“Melalui bantuan 45 alat tenun serta pendampingan pelatihan, kami berharap para perajin Desa Adat Sade dapat kembali bekerja dan menghasilkan karya. Tradisi tenun memiliki nilai penting bagi masyarakat, baik sebagai sumber penghidupan maupun sebagai warisan budaya yang perlu terus dijaga,” ujar Arya.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya masyarakat Sasak di Lombok. Kain tenun yang dihasilkan para perajin menjadi bagian dari identitas budaya desa sekaligus produk lokal yang memiliki daya tarik bagi wisatawan.
Ketersediaan alat tenun menjadi langkah awal untuk memulihkan kegiatan produksi. Sementara itu, pendampingan pelatihan diharapkan dapat membantu para perajin mengembangkan keterampilan dan memperkuat kesiapan mereka untuk kembali menjalankan usaha.
Arya menambahkan, kehadiran Pertamina di Mandalika membawa semangat untuk tumbuh bersama masyarakat dan memperluas manfaat perkembangan pariwisata bagi ekonomi lokal.
“Kami ingin masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari berkembangnya Mandalika. Melalui program TJSL, Pertamina mendukung penguatan potensi lokal agar warga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Dukungan bagi perajin Desa Sade juga menjadi upaya menjaga tradisi tenun agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.